Titrasi iodometri diantaranya penentuan konsentrasi lar Na tiosulfat

Senin, 27 Juli 2009

Titrasi tiosulfat

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

( RPP )

Sekolah : SMK Analis Kimia

Kelas / Semester : XI / 4

Mata Pelajaran : Kimia Analitik

Alokasi Waktu : 1 X 45 menit

Materi Pokok : Titrimetri

Sub-materi : Titrasi Iodometri (tak langsung); Pembuatan dan standarisasi natrium tiosulfat

A. Standar Kompetensi

KA.ANAU.013.A / Melaksanakan analisis titrimetri

B. Kompetensi Dasar

Melaksanakan analisis titrimetri metode iodometri.

C. Indikator

1. Mendeskripsikan prinsip dari titrimetri iodometri.

2. Mengetahui cara pembuatan larutan natrium tiosulfat yang digunakan dalam titrasi iodometri.

3. Mengetahui proses standarisasi larutan natrium tiosulfat yang digunakan dalam titrasi iodometri.

4. Mengetahui zat baku primer yang dapat digunakan dalam standarisasi natrium tiosulfat.

D. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat:

1. Mendeskripsikan prinsip dari titrimetri iodometri.

2. Mengetahui cara pembuatan larutan natrium tiosulfat yang digunakan dalam titrasi iodometri.

3. Mengetahui proses standarisasi larutan natrium tiosulfat yang digunakan dalam titrasi iodometri.

4. Mengetahui zat baku primer yang dapat digunakan dalam standarisasi natrium tiosulfat.

E. Materi Pembelajaran

1. Pembuatan larutan Natrium tiosulfat.

2. Pembuatan indikator larutan kanji.

3. Pembuatan larutan K2Cr2O7 sebagai salah satu zat baku primer yang dapat digunakan dalam stnadarisasi Natrium tiosulfat.

4. Standarisasi larutan Natrium tiosulfat dengan menggunakan larutan K2Cr2O7.

F. Analisis Materi

Pada titrasi ini reaksi dasar yang berlangsung yaitu: dengan potensial sel reduksi sebesar +0,54 volt. Jenis titrasi yang menggunakan iodium ini dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu titrasi iodometri (tak langsung) dan titrasi iodimetri (langsung).

Metode titrasi iodometri (tak langsung) menggunakan larutan Na2S2O3 sebagai titran untuk menentukan kadar iodium yang dibebaskan pada suatu reaksi redoks. Pembuatan larutan natrium tiosulfat dibuat dari kristalnya yaitu Na2S2O3.5H2O yang dilarutkan dalam labu ukur 1 liter dengan menggunakan aquades kemudian larutan Natrium tisulfat distandarisasi dengan menggunakan larutan K2Cr2O7 . Larutan kanji digunakan sebagai indikator dalam mendeteksi I2 yang dihasikan dalam reaksi. Titrasi Iodometri dapat digunakan dalam penentuan kadar Cu2+ dengan metode Haen dan Brunhs.

G. Metode Pembelajaran

1. Model : Deduktif

2. Metode : Ceramah

3. Pendekatan : Konsep

H. Langkah-langkah Kegiatan

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Media

A. KEGIATAN PENDAHULUAN


G: sebelum ke materi yang akan dibahas, bapak akan mengingatkan beberapa hal. Kita sudah sering mendengar kata titrasi, apa sih yang dimaksud titrasi itu?

M: titrasi adalah salah satu teknik dalam analisis volumetri yang berdasarkan volume larutan yang diperlukan untuk berreaksi sempurna dengan sejumlah volume larutan yang telah diketahui konsentrasinya.

G: baik, setelah kita mengetahui arti dari titrasi, sekarang apa syarat dari titrasi?

M: 1. reaksi harus berlangsung cepat

2. tidak ada reaksi samping

3. saat kesetaraan tercapai, harus ada perubahan yang teramati

G: bagus sekali, apa yang dimaksud dengan titik equivalen dan titik akhir titrasi?

M: titik equivalen adalah titik dimana keadaan waktu terjadi kesetaraan antara zat yang dititrasi dan zat penitrasi sedangkan titik akhir titrasi adalah titik pada saat keadaan dihentikannya proses titrasi.

G: proses titrasi ini terbagi menjadi 4 jenis yaitu:

· Titrasi asam basa

· Titrasi pengendapan

· Titrasi pembentukan kompleks

· Titrasi redoks.

Salah satu contoh dari titrasi redoks adalah titrasi iodometri dan iodimetri yang akan kita bahas kali ini.

5 menit


B. KEGIATAN INTI

· Guru menjelaskan pembahasan umum tentang titrasi yang menggunakan Iod

Pada titrasi ini reaksi dasar yang berlangsung yaitu: dengan potensial sel reduksi sebesar +0,54 volt. Jenis titrasi yang menggunakan iodium ini dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu titrasi iodometri (tak langsung) dan titrasi iodimetri (langsung).

Metode titrasi iodometri titrasi redoks yang menggunakan larutan Na2S2O3 sebagai titran untuk menentukan kadar iodium yang dibebaskan pada suatu reaksi redoks. Titrasi iodometri disebut juga dengan titrasi tak langsung karena senyawa I2 yang dititrasi merupakan hasil reaksi.

Metode titrasi iodimetri adalah titrasi redoks yang menggunakan larutan standar iodium sebagai titran dalam suasana netral atau sedikit asam. Titrasi ini diebut juga dengan titrasi langsung karena dalam proses titrasi ini I2 berfungsi sebagai pereaksi. Larutan I2 dibuat dengan melarutkan I2 murni selanjutnya distandarisasi dengan Na-tiosulfat. Persamaan reaksi yang terjadi adalah:

a. Titrasi Iodometri

· Guru menjelaskan tentang pembuatan larutan Natrium tiosulfat

Pembuatan larutan natrium tiosulfat dibuat dari kristalnya yaitu Na2S2O3.5H2O. larutan tio 0,1N dapat disiapkan dengan melarutkan + 25 gram kristal natium tiosulfat proanalis dalam gelas kimia 1 liter dengan menggunakan aquades. Aquades yang digunakan sebaiknya bebas dari karbondioksida berlebih karena dapat membentuk belerang sesuai dengan persamaan reaksi:

S2O32- + H+ HSO3- + S

Larutan tio juga dapat dengan mudah terurai karena pengaruh bakteri (misal, Thiobacillus thioparus) terutama jika larutan didiamkan beberapa lama. Oleh karena itu dianjurkan beberapa penanganan seperti air suling yang digunakan untuk melarutkan larutan tio harus dididihkan terlebih dahulu, jika larutan tio akan disimpan dalam beberapa hari diteteskan 3 tetes/liter kloroform dan dijaga pH pada 9-10 dengan ditambahkan 0,1 g/L natrium karbonat sehingga aktivitas bakteri berada pada aktivitas terendah, dan hindarkan larutan tio terhadap cahaya.

· Guru menjelaskan tentang pembuatan indikator kanji (pati)

Untuk dapat mendeteksi I2 bebas yang dihasilkan dalam reaksi dibutuhkan indikator kanji. Larutan I2 dapat bereaksi dengan indikator kanji yang dapat membentuk suatu kompleks yang berwarna biru kuat walaupun konsentrasi I2 sangat rendah. Larutan kanji ini sangat murah dan mudah didapat namun sukar larut dalam air dingin oleh karena itu dalam pembuatan larutan kanji harus dilarutkan dalam air panas. Pertama 1 gram kanji dilarutkan dengan sedikit air panas lalu dibuat pasta. Kemudian pasta tersebut dilarutkan dengan air panas sebanyak 100 mL dan dididihkan selama 1 menit sambil terus diaduk. Larutan kemudian didinginkan dan ditambah dengan 2-3 g KI. Simpan dalam botol bersumbat.

· Guru menjelaskan tentang standarisasi larutan Natrium tiosulfat

Standarisasi larutan tiosulfat dapat dilakukan dengan K2Cr2O7, dengan cara ditimbang 1,25 g K2Cr2O7 murni dan kering dan dilarutkan dalam 25 mL air suling dan encerkan dalam labu ukur 250 mL. Dipipet 25 mL kemudian dimasukkan dalam labu erlenmeyer bertutup 250 mL Ditambahkan 1 g kalium iodida yang bebas iodat (ditunjukkan dengan menambahkan H2SO4 encer) dan 25 mL HCl 2N encer. Kemudian campuran dititrasi dengan menggunakan larutan Na-tiosulfat sampai terbentuk larutan berwarna kuning pucat. Lalu ditambahkan 3 mL larutan indikator kanji. Titrasi dilanjutkan sampai warna biru kompleks hilang (larutan tidak berwarna). Persamaan reaksi yang terjadi, yaitu

Cr2O72- + 6I- + 14H+ 2Cr3+ + 3 I2 + 7H2O

30 menit

Papan tulis

C. KEGIATAN PENUTUP

· Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

· Guru bertanya ke murid tentang materi yang telah dipelajari.

10 menit


I. Sumber Belajar

Vogel Al. Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik (terjemahan).

J. Media Pembelajaran

1. papan tulis

K. Penilaian Hasil Belajar

a. Tujuan Evaluasi : Tugas

b. Jenis Evaluasi : Tes lisan

c. Waktu : -

d. Instrumen :

Indikator

Butir Soal

Jawab

1. Mendeskripsikan prinsip dari titrimetri iodometri.

1. Tuliskan prinsip kerja dari titrasi iodometri lengkap dengan persamaan reaksinya?

1. Metode titrasi iodometri (tak langsung) menggunakan larutan Na2S2O3 sebagai titran untuk menentukan kadar iodium yang dibebaskan pada suatu reaksi redoks.

2. Mengetahui cara pembuatan larutan natrium tiosulfat yang digunakan dalam titrasi iodometri.

1. Jelaskan dengan singkat cara pembuatan Na2S2O3 0,1 N.

2. Mengapa larutan Na-tiosulfat yang dipergunakan harus masih baru distandarisasi? Jelaskan!

1. + 25 gram kristal natium tiosulfat proanalis dalam gelas kimia 1 liter dengan menggunakan air bebas O2 lalu tambahkan Na2CO3 dan dibiarkan selama 1 hari.

2. karena larutan Na-tiosulfat mudah terurai oleh bakteri sehingga konsentrasinya dapat berubah dan juga oleh cahaya sangat berpengaruh karena cenderung mempercepat penguraian.

3. Mengetahui zat baku primer yang dapat digunakan dalam standarisasi natrium tiosulfat.

Sebutkan zat baku primer yang dapat digunakan dalam standarisasi Na2S2O3.

zat baku primer yang dapat digunakan, yaitu:

- K2Cr2O7

- KIO3

- I2

- KBrO3.

4. Mengetahui proses standarisasi larutan natrium tiosulfat yang digunakan dalam titrasi iodometri.

Tuliskan persamaan reaksi standarisasi Na2S2O3 dengan K2Cr2O7.

Persamaan reaksi:

Cr2O72- + 6I- + 14H+ 2Cr3+ + 3 I2 + 7H2O


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut